Saturday, December 29, 2018

Reflection - 2018

This year is super amazing and unpredictable. I started this year in a new environment as I kicked off my first career last year. Then I thought I need to pursue another lesson in university since I have decided to do cross major in my career. I was not so sure when will be the right time to go back to school, however I eventually applied for scholarships. Until Alhamdulillah Allah bless me with a scholarship I've never thought before after I failed on another application. At that time, I was happy and confused at the same time. I have never thought that the timeline for me to go will be so fast which means that I had to resign from my position as soon as possible. Perhaps this is not my first plan, yet I believe this is the best for me.

Other than that, I have exciting stories this year. I did my first volunteering activity in Jakarta early this year. I got my first internship in one of start up company after I worked as full time employee in a big company where in both of them I received bountiful knowledge, experience, and inspiration. My brother successfully finished his master degree and decided to continue into PhD level. My very very best friend surprisingly told me that she's getting married soon. I joined my first open trip and watched my fav singer's live performance. I met a lot of new and amazing people who inspire me and show me another good perspective to be learned. I did many things I had never did before.

I need to grasp things to be learned carefully from what I have been through this year. As we are counting the days to new year, it is exactly the right time to see, evaluate, and gaze thoughtfully.

The past few weeks, I reunited with several best friends from high school, university, and office. We talked deeply about our life and exchanged our current situation. Realize it or not, ready or not, life after school is sooo unpredictable. We are pushed to be mature enough to face this life. We have to be ready to make important decisions of our life when everything seems to be right. Or we have to be ready to overcome situation where everything seems to be wrong. In this stage of life, I heard so many different stories from my friends and see so many different situation of them. Sometimes, I worry, thinking am I the one who's left behind? Or am I the one who leave them? Until I realize, that's not the point of everything. Life is life. Everyone has their own story. No need to worry too much as long as we try our best in every situation and pray hard. I hope years from now, I still can keep the people I love, my circle, to be close to me. I think this is the best way to understand this life. To remind me about who I used to be, what I have been through, where I belong, and how to be honest with my self. Because in this life we need those kind of people who willingly give us their best advice and stand with us whatever the situation is. 

After all, I realize that everything I achieved this year is purely because of Allah. My story becomes like this is because of Allah. And I still don't know what will happen next year and so. I just wanna be a better human being. 

Alhamdulillah. Allah has been so nice to me. And He always will. I have to remind my self that I have to be grateful on everything. I have to be close to Allah and remember Him in any circumstance. I have to pray more and do things I have to do as a Moslem.

Lately, I often think about afterlife which makes me so scared. I still feel so bad. I realize that all what we have and what we achieve are not ours. Life in this dunya is very short. I hope that we can make the most of it as good deeds for our preparation to akhirah. I wish we have more time and more opportunities to make our parents and the people we love proud and happy. I wish we become the kind of person who can do meaninful things for others. I wish year by year we all become a better version of ourselves. 

Let's face 2019 with new hope, more resolution, and more good deeds. :)
Wish you all the best.

Thursday, October 4, 2018

Pengalaman Mendaftar Swedish Institute Study Scholarships (SISS) 2018

Halo semuanya! Di post kali ini aku akan menyambung post sebelumnya mengenai perjuangan untuk melanjutkan sekolah ke luar negeri, khususnya dalam hal mendaftar beasiswa. Sebelum akhirnya mendapatkan beasiswa AAS, aku sempat mendaftar beasiswa yang disediakan oleh pemerintah Swedia untuk jenjang studi master, yaitu Swedish Institute Study Scholarships. Karena saat ini semakin mendekati bulan-bulan pendaftaran, semoga post ini berguna untuk teman-teman yang ingin mencoba :)

Kenapa Swedia? Mungkin di post sebelumnya aku sudah menyebutkan bahwa sebenarnya aku ingin sekali pergi sekolah ke Eropa karna it’s totally a new thing for me. Sehingga pada saat itu aku mencari beberapa beasiswa yang memungkinkan aku untuk sekolah disana. Ada tiga negara yang menjadi targetku pada saat itu, yaitu UK melalui Chevening, Belanda melalui Stuned, dan Swedia melalui SISS. Well, Swedia adalah negara yang penuh dengan inovasi. Meskipun universitas yang ada disana tidak terlalu tersorot seperti kebanyakan kampus di UK, tapi membayangkan lingkungan dan pemandangan yang indah di Swedia rasanya menyenangkan sekali. Disamping urusan akademis, tentu saja pengalaman adalah sesuatu yang sangat berharga. Jadi banyak sekali hal yang bisa dijadikan pertimbangan dalam hal memilih sekolah dan negara mana yang ingin didatangi.

Aku tau beasiswa ini sejak ada di bangku kuliah S1 dan memang sudah punya rencana untuk mencoba. Di bulan Desember 2017, ketika aku sudah ada di Jakarta, aku datang ke acara Study in Sweden – Admissions Walkthrough Sessions di Swedish Residence atau Rumah Duta Besar Swedia. Disana peserta diberi penjelasan mengenai negara Swedia, sistem pendidikan di Swedia, cara pendaftaran ke universitas, dll. Kami juga diberi tips dan trik bagaimana cara untuk lolos seleksi beasiswa baik LPDP maupun SISS, beasiswa yang memungkinkan kita untuk sekolah di Swedia. Disana kami diberi sesi tanya jawab dengan para alumni yang sangat ramah dan baik hati. Pokoknya acara ini sangat bermanfaat. 

Dan acara itu menjadi bekal untuk mencoba mendaftar beasiswa SISS. Prinsipku adalah coba saja dulu. Karna kita tidak tahu usaha mana dan yang keberapa yang akan berhasil. Yang pasti kita harus berusaha dan berdoa. Ketika Allah sudah berkehendak, insyaAllah akan dimudahkan. 

Untuk kalian yang ingin tau lebih lanjut mengenai Study in Sweden, bisa dilihat di link ini: https://studyinsweden.se/

Selanjutnya, informasi lengkap beasiswa SISS bisa dilihat di sini:
 
Di link di atas, teman-teman bisa melihat biaya-biaya apa saja yang dicover, syarat-syarat pendaftaran, timeline, dokumen apa saja yang diperlukan, dll.
Apa saja sih step-step yang harus dilakukan dalam mendaftar beasiswa ini? 

1. Mendaftar ke program master di University Admissions
    (16 Oktober 2017–15 Januari 2018)

Sedikit berbeda dengan kebanyakan negara lain, proses pendaftaran ke universitas di Swedia dilakukan melalui satu pintu seperti yang kita lakukan ketika mendaftar ke perguruan tinggi negeri di jenjang S1 lewat SNMPTN. Untuk mendaftar ke universitas di Swedia, kita harus melakukannya melalui https://www.universityadmissions.se/en/
Berikut adalah portal yang digunakan.


Melalui portal ini, kita diperbolehkan mendaftar hingga 4 universitas di Swedia yang dapat kita urutkan berdasarkan prioritas. Semua dokumen yang diperlukan juga diupload pada portal yang sama. Kita diwajibkan mengupload dokumen English language proficiency, ID, degree certificate, transcript, dan dokumen-dokumen lain yang diperlukan oleh masing-masing universitas. Kalian juga harus melakukan research ke masing-masing universitass mengenai persyaratan pendaftarannya karena biasanya persyaratannya berbeda dari satu universitas ke universitas lain. Untuk membedakan dokumen-dokumen pendukung yang diperlukan oleh universitas tertentu, kalian bisa memberi nama yang berbeda untuk setiap dokumen yang diupload seperti yang aku lakukan di bawah ini




Aku pribadi mendaftar ke empat universitas berbeda, yaitu Uppsala University, Lund University, KTH Royal Insitute of Technology, dan Chalmers University of Technology. Oiya, untuk bisa mendaftar ke universitas ini kita dikenakan biaya sebesar 900 SEK yang harus kita bayar menggunakan kartu kredit. Dengan membayar sejumlah uang tersebut, kita bisa memulai aplikasi di portal universityadmission dan mendaftar ke empat universitas pilihan. 

Yang perlu diperhatikan adalah eligible programmes yang ditawarkan oleh beasiswa SISS dapat berbeda setiap tahunnya. Jadi pastikan kalian mengecek apakah bidang studi yang ingin kalian daftar memungkinkan untuk juga didaftarkan pada beasiswa SISS. Biasanya program yang eligible akan diumumkan di website pada awal Desember. Bidang prioritas yang ditawarkan juga bisa berbeda dari tahun ke tahun. Untuk tahun lalu, bidang prioritasnya adalah seputar gender equality, sustainable development, democracy, human rights, or poverty reduction.

2. Mendaftar beasiswa SISS (2-9 Februari 2018)
Pendaftaran beasiswa SISS bisa dilakukan melalui portal online SISS, tapi portal tersebut tidak aktif ketika bukan periode pendaftaran. Sayang sekali aku juga tidak punya dokumentasi tentang portal tersebut. Periode pendaftarannya memang sangat singkat, tapi SISS melalui website si.se. akan memberikan template dokumen yang harus disubmit. Jadi tentu saja kita bisa menyiapkannya dari jauh-jauh hari. Template dokumennya bisa saja berbeda dari tahun ke tahun, jadi meskipun kalian sudah memiliki template dokumen tahun sebelumnya, pastikan juga untuk mengecek versi terbarunya. Dokumen-dokumen yang dibutuhkan antara lain motivation letter, CV, 2 reference letters, proof of work and leadership experience, dan passport. 

Seleksi beasiswa SISS hanyalah berdasarkan pada seleksi dokumen, sehingga apa yang kita submit di website harus dipersiapkan sebaik mungkin karena tidak akan ada kesempatan untuk bertatap muka dengan penyeleksi. 

a. Motivation Letter
Format motivation letter dari SISS biasanya keluar pada bulan Januari. Ada data diri yang harus diisi dalam template motivation letter tersebut. Selanjutnya, kita juga harus menjawab beberapa pertanyaan secara singkat, seperti
  • Are you active in any network/organisation/project aiming to influence development in your home country? If yes, please state the name of the network/organisation/project and the website (if applicable).
  • Choose one of the UN Sustainable Development Goals (SDG) from the list below and describe your professional position and/or engagement in a network/civil society organisation relates to that goal. (max 1000 characters incl. spaces)
  • Describe using concrete examples, how the master’s programme you plan to study in Sweden will contribute to your ability to address the UN SDG you have chosen. (max 800 characters incl. spaces)
  • Using concrete examples, describe what makes you an experienced leader and how you intend to develop your leadership skills further with an SI Study Scholarship. (max 700 characters incl. spaces) 
  • What are your professional goals 3-5 years after your studies in Sweden and how will your time in Sweden help you with reaching those goals (max 700 characters incl. spaces).  
SISS mencari orang yang bisa berkontribusi untuk negaranya dalam mengembangkan sustainable development. Bicara soal sustainable development, bidangnya sangatlah luas. Jadi dimanapun kita bekerja, pasti bisa dikaitkan dengan sustainable goals. Dilihat dari jumlah karakter yang diizinkan dalam menulis motivation letter ini, kita harus benar-benar merenungkan apa inti dari apa yang ingin kita tulis. Aku sendiri sangat kesulitan untuk benar-benar menuliskan sesuatu yang bisa meyakinkan. Dalam hal ini, aku minta tolong ke bebarapa orang untuk melakukan proofreading.

b. CV 
Untuk CV, SISS juga menyediakan template khusus yang akan keluar pada bulan Desember. Tapi biasanya menggunakan CV Europass yang terdiri dari 3 halaman. Jadi kalian bisa menyiapkannya dari jauh-jauh hari.

c. Two different letters of reference
Dua reference letters yang berbeda bisa didapatkan dari supervisor di kampus, supervisor di tempat kerja, maupun supervisor di organisasi tempat kita bergabung. Template dari SISS juga akan keluar pada bulan Desember. Reference letter ini harus ditandatangani oleh penyedia referensi disertai dengan cap instansi. Pastikan pemberi referensi adalah orang yang benar-benar mengenal kalian sehingga informasi yang diberikan bisa komprehensif dan mendukung. Pertanyaan yang ada di template adalah meliputi:
  • In your opinion, how would an SI Scholarship for master’s studies in Sweden be valuable for the professional and academic development of the applicant.
  • Briefly comment on the applicant’s potential to contribute to and/or drive social changes in his/her context.
  • Please evaluate the applicant’s leadership capacity and potential to play a role in development of the society (e.g. networking, motivation and perseverance; problem solving and communication). Please give a concrete example.
d. Proof of work and leadership experience
SISS mewajibkan pelamarnya untuk memiliki minimal 3000 jam pengalaman kerja yang terhitung hingga tanggal 1 Februari di tahun kita mendaftar. Pekerjaan yang dimaksud bisa meliputi full-time job, part-time job, voluntary work, internsip, bahkan posisi penting dalam sebuah organisasi. Hanya pengalaman kerja setelah SMA saja yang akan dipertimbangkan.  Selanjutnya, pekerjaan yang sejalan dengan Sustainable Development Goals yang akan menjadi prioritas. Pengalaman bekerja dan kepemimpinan yang kita miliki harus dibuktikan dengan dokumen yang templatenya disediakan oleh SISS. Dokumen tersebut harus diisi oleh supervisor pekerjaan kita disertai tanda tangan dan cap instansi. Disitu juga harus dituliskan mengenai pekerjaan yang dilakukan secara spesifik. Berdasarkan pengalamanku pribadi, ini yang agak memerlukan perjuangan karena kita harus menghubungi pihak-pihak terkait untuk membantu melengkapi dokumen tersebut. Dokumen-dokumen yang kita submit adalah kunci utama dalam seleksi beasiswa ini. Jadi pastikan semuanya disiapkan dengan sebaik-baiknya dari segi konten dan kelengkapan.

3. Notifikasi lolos universitas dari University Admissions (6 April 2018)
Pada pertengahan April, kita akan mendapatkan pengumuman kelulusan dari University Admissions apakah kita diterima atau tidak di universitas yang kita daftar. Ketika kita lolos di pilihan pertama, maka otomatis ketiga pilihan di bawahnya akan terhapus. Pada saat itu, aku mendapatkan kabar bahwa aku diterima di Uppsala University dengan jurusan Master of Industrial Management and Innovation. Sangat senang untuk sesaat. Setelah pengumuman, aku mendapatkan email dari Mbak Amreta Sidik yang juga aku temui di acara yang aku datangi di bulan Desember. Email tersebut mengenai ajakan untuk bergabung di grup-grup pelajar Swedia dan berbagai persiapan keberangkatan yang diperlukan. Dari pihak Uppsala sendiri, aku juga dihubungi oleh student representative dari Indonesia yang kebetulan ada di jurusan yang sama dengan yang aku daftar. Mas XX yang aku lupa namanya hehe mengatakan bahwa dia akan membantuku dalam menyiapkan studi ke Uppsala. Namun pada saat itu, karena belum ada pengumuman dari beasiswanya, aku mengatakan bahwa aku belum bisa memberi kepastian apakah benar aku akan melanjutkan studi di Swedia.






4. Pengumuman penerima beasiswa SISS (27 April 2018)
Hari pengumuman pun tiba. List penerima beasiswa diumukan di website. Dari Indonesia sendiri untuk tahun 2018 hanya diambil 14 orang penerima beasiswa. Well, jadi persaingannya sangat ketat. Nomor pendaftaranku tidak ada di dalam list tersebut. Ketika membuka pengumuman, rasanya sedih banget mengingat perjuangan ini itu dan harus balik ke Jogja demi melengkapi semua persyaratannya. Setelah mengabari keluarga dan orang terdekat (pada masanya hahaha), akhirnya tetap harus move on dan berusaha lagi untuk kesempatan yang lain. Setelah menerima pengumuman penerima beasiswa, aku kemudian menginformasikan pihak Uppsala melalui email dan me-reject offer yang ada di portal University Admission.





Yup, begitulah pengalamanku mendaftar beasiswa SISS. Semoga bermanfaat bagi teman-teman yang ingin mencoba beasiswa SISS. Goodluck! :)